ILMU-ILMU DASAR PERILAKU
Dari
uraian-uraian sebelumnya disebutkan bahwa perilaku itu terbentuk di dalam diri
seseorang dari dua faktor utama yakni: stimulus merupakan faktor dari luar diri
seseorang tersebut (faktor eksternal), dan respons merupakan faktor dari diri
dalam diri orang yang bersangkutan (faktor internal). Faktor eksternal atau
stimulus adalah faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan
non-fisik dalam bentuk sosial, budaya, ekonomi, politik dan sebagainya. dari
penelitian-penelitian yang ada faktor eksternal yang paling besar perannya
dalam membentuk perilaku manusia adalah faktor sosial dan budaya, dimana
seseorang tersebut berada. Sedangkan faktor internal yang menentukan seseorang
tersebut merespons stimulus dari luar adalah: perhatian, pengamatan, persepsi,
motivasi, fantasi, sugesti, dan sebagainya.
Faktor
sosial sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku antara lain,
struktur sosial, pranata-pranata sosial, dan permasalahan-permasalahan sosial
yang lain. Ilmu yang mempelajari masalah-masalah ini adalah sosiologi. Faktor
budaya sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi perilaku seseorang antara
lain: nilai-nilai, adat istiadat, kepercayaan, kebiasaan masyarakat, tradis dan
sebagainya. ilmu yang mempelajari masalah-masalah ini adalah antropologi. Sedangkan
faktor-faktor internal yang mempengaruhi terbentuknya perilaku seperti
perhatian, motivasi, perepsi, inteligensi, fantasi dan sebagainya, dicakup oleh
psikologi. Dapat disimpulkan, bahwa ilmu perilaku dibentuk atau dikembangkan
dari 3 cabang ilmu, yaitu psikologi, sosiologi, dan antropologi, sehingga dalam
ilmu perilaku terdapat konotasi atau pengertian jamak “ilmu-ilmu perilaku” atau
“behavior sciences”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar